| by febrian | No comments

Buka Usaha Jadi Supplier Dropship Baju Muslim

Pasar Busana Islami saat ini menghadirkan ceruk supplier dropship yang berkembang pesat yang relatif masih kosong dalam skala global. Merek-merek besar mencoba menampilkan koleksi mereka yang terkait dengan ibadah keagamaan Muslim, namun, tanpa upaya nyata untuk mengamankan pelanggan Muslim di negara-negara Barat, memberikan ruang bagi desainer muda yang muncul terutama dari negara-negara Muslim. Di Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, dengan mantap meletakkan dasar untuk menjadi pusat Busana Islami dengan Distrik Desainer yang sangat terkurasi dan perumahan merek-merek Islami terkemuka.

Menurut data 2013 dari Indonesia supplier dropship E-Commerce Association, atau idEA, transaksi e-commerce di Indonesia tahun itu mencapai sekitar $ 8 juta.Sekitar 74 juta orang Indonesia, atau 30 persen dari populasi, menggunakan Internet secara teratur. Namun saat ini, hanya 7 persen pengguna internet di negara tersebut yang melakukan transaksi online – sisanya tidak terbiasa dengan e-commerce atau belum mempercayainya.Namun, hal itu diperkirakan akan berubah.

Usaha Jadi Supplier Dropship Baju

“Kami yakin dalam lima hingga supplier dropship 10 tahun ke depan, e-commerce di Indonesia akan tumbuh 50-100 kali lipat,” kata Fredrik Thomassen, chief executive Zalora Indonesia, retailer mode online yang berbasis di Singapura yang beroperasi di seluruh Asia Tenggara.Unitnya di Indonesia, Zalora.co.id, diluncurkan pada Maret 2012 dan hanya terus berkembang, kata ThomassenZalora tumbuh sangat baik di Indonesia, jauh lebih cepat dari yang kami harapkan,” katanya.Kami melihat bahwa pasar telah melewati titik infleksi dan ada gelombang pertumbuhan yang masuk.

supplier dropship

Bagi Jenahara dan Ria Miranda, ini adalah kolaborasi keduanya dengan Zalora Indonesia; yang pertama adalah  memperingati Idul Fitri tahun lalu.Penjualan tahun lalu sangat bagus,” kata Ria. “Itu karena Zalora memiliki strategi promosi yang hebat dan situs web mereka sangat  supplier dropship tangan pertama mudah diakses.”Tahun ini, “[Zalora dan saya] melakukan penelitian yang lebih mendalam sebelum membuat koleksi,” kata pria berusia 29 tahun itu. “Kami memeriksa profil pelanggan mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan pembeli.”

Hasilnya dipamerkan dalam peragaan busana di restoran kelas atas Potato Head Garage, Jakarta Selatan.Koleksi Ria terdiri dari atasan longgar, rok A-line, dan outerwear flowy dengan warna pastel lembut.Koleksinya cukup basic dan lebih simpel dari desain saya biasanya, jadi setiap item bisa dengan mudah dipadupadankan,” kata Ria. “Saya berharap pakaian ini dapat melayani segmen pasar yang lebih luas.”Dalam peragaan busana yang sama, Jenahara menampilkan koleksinya, “Natural”.

“Warna-warna berani adalah [gaya] tanda tangan saya,” katanya. “Namun dalam koleksi ini, saya juga menggunakan banyak warna bumi, seperti khaki, coklat tua, hitam dan putih.”Garis tersebut terdiri dari item sederhana dan berpotongan rapi, termasuk atasan mullet, serta rok dan gaun ramping yang juga dapat dengan mudah dipadukan dan dipadankan.Baju itu bisa dipakai oleh [wanita] Muslim dan non-Muslim,” tambah Jenahara.

Bagi Restu, proyek tersebut merupakan sabilamall kolaborasi pertamanya dengan pengecer online.Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Zalora Indonesia,” kata Restu. Mereka adalah salah satu toko [online] utama di Indonesia dan memiliki basis pelanggan yang sangat besar.”Koleksinya, “Minimalist”, terdiri dari 50 pakaian kerja muslim untuk wanita.Pakaian kerja untuk wanita Muslim sangat berbeda: lebih longgar dan dimaksudkan untuk menyembunyikan lekuk tubuh,” kata Restu.

“Minimalist” terbuat dari kemeja supplier dropship dengan lengan kembung, celana custom, rok dan jaket A-line yang terbuat dari bahan katun, rayon, dan jersey. Yang terakhir dihiasi dengan celah setinggi siku yang memungkinkan lebih banyak gerakan bagi pemakainya.Restu optimistis e-commerce akan membantu mendongkrak industri fesyen Indonesia.Saya yakin e-commerce menawarkan potensi besar bagi perancang busana [Indonesia],” katanya. “Akhir-akhir ini, kemacetan di kota-kota besar sangat parah sehingga orang lebih suka membeli pakaian secara online.”